Jumat, 09 Maret 2012

Membuat Koneksi Wi Fi Ad-hoc (Berbagi Internet dari Komputer / Notebook Windows berWiFi ke HH Android



Kali ini membahas sedikit tutorial tentang bagaimana membuat koneksi Ad-hoc di handphone android. Handphone android yang sudah diujicobakan adalah Samsung Galaxy Fit dan Samsung Galaxy Ace dengan versi firmware Gingerbread 2.3.4.
Tapi sebelumnya bahwa secara default handphone android memang tidak bisa membaca koneksi wi fi yang bertipe ad-hoc, ya mungkin si pembuatnya memang men-disable fungsi tersebut. Daripada anda beli paket data yang lumayan mahal, alangkah lebih murahnya apabila laptop anda yang menjadi semacam sumber wifi, sehingga saya bisa ngenet cepat dan gratis.
Perlu dijelaskan yang dimaksud dengan koneksi ad-hoc adalah koneksi internet yang menggunakan laptop atau komputer sebagai routernya. Jadi secara gampangnya dalam bahasa orang awam, koneksi ad-hoc adalah kita membagi sambungan internet dari komputer/laptop kita ke orang lain.
Untuk dapat membuat koneksi ad-hoc menjadi enable, maka sebelumnya dibutuhkan beberapa aplikasi pendukung seperti :
  • Root Explorer. Root Explorer ini dapat dengan mudah diunduh dari blapkmarket (harus daftar dulu). Apabila download di market android, maka siap-siap untuk bayar.
  • Terminal Emulator. Terminal Emulator dapat diperoleh bebas di android market. Terminal emulator ini dibutuhkan apabila folder system/bin di handphone hanya read-only alias ga bisa diedit-edit. Kalau kita copas layaknya ada program deepfreeze, maka system akan selalu kembali ke hal yang sama.
Selanjutnya adalah kita tinggal mendownload file wpa-supplicant yang nantinya akan kita ganti.
Silahkan sedot di sini http://www.mediafire.com/?n577pg7uf39w3xu
Dan hal yang terpenting adalah, android yang kita punya harus sudah di-root
Do With Your Own Risk
No Guarantee if didn’t work

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Taruh, file wpa-supplicant yang sudah di download di sdcard.
  2. Buka root explorer, lalu masuk ke folder system/bin, copy file wpa-supplicant yang asli ke sdcard anda sebagai backup apabila ternyata gagal atau anda tidak puas.
  3. Setelah itu copy file wpa-supplicant yang baru ke system/bin dan replace-lah file yang lama.
  4. Kalau ga bisa, coba lihat di atas root explorer ada kotak R/O tekan sehingga menjadi R/W. Maksudnya tadinya akses user hanya bisa Read Only, menjadi Read Write.
  5. Restart handphonenya
  6. Nyalakan wi fi ad-hoc-nya. Jika bisa maka koneksi dari ad-hoc akan ditandai dengan tanda (*)
Selesai…
Nah namun, apabila file wpa-supplicant yang ‘palsu’ tidak dapat di copy ke system/bin, maka giliran terminal emulator yang berperan. Kita harus mengubah permission akses dari R/O menjadi R/W. Apabila para pengguna linux biasanya memakai metode chmod, tetapi sayangnya di android tidak berjalan mulus. Dibutuhkan perintah lainnya. Dan.. dengan susah payah akhirnya berhasil menemukannya

Di terminal ketikan perintah-perintah sebagai berikut
Su
mount -o remount, rw system/bin
cp sdcard/wpa-supplicant system/bin
Penjelasannya adalah, baris pertama dengan mengetikan su berarti kita telah meminta hak akses dari root explorer.
Baris kedualah yang paling penting, dapat diartikan kita mengubah folder system/bin menjadi Read-Write. Jika ingin mengembalikan ganti rw menjadi ro. Adakalanya ketika mencoba gagal, coba hapus koma setelah kata remount.
Baris ketiga maksudnya adalah, kita mengcopy file dari sdcard dengan file bernama wpa-supplicant. Hal ini apabila anda menaruhnya langsung di sdcard tidak di dalam folder lainnya. Apabila anda menaruhnya di folder ‘namaanda’ maka perintahnya menjadi ‘sdcard/namaanda/wpa-supplicant’. Kemudian file yang tadi dipaste di folder system/bin

Note [Tambahan]:
  • Saran, untuk security gunakan none, jangan pilih wpa atau wep. Untuk masalah proxy sebaiknya tidak dipakai, biarlah wi fi kita bocor kemana-mana…
  • Hal ini bisa diaplikasikan untuk koneksi lan jaringan ITB, asalkan anda sudah menginstall Transparent Proxy dan mengatur cache yang digunakan.

Rabu, 07 Maret 2012

Sejarah dan Masa Depan Perkembangan Handphone Berbasis Android di Indonesia


Google Android

Pertengahan akhir tahun 2010 menurut saya bisa dibilang awal mula memasyarakatnya handphone berbasis Android di Indonesia. Berbagai macam vendor handphone semakin aktif merilis dan memasarkan handphone berbasis Android di Indonesia, baik itu vendor lokal ataupun vendor luar negeri. Untuk vendor lokal sendiri, seputar pertengahan tahun 2010 beberapa handphone Android dengan harga yang relatif murah mereka luncurkan seperti Nexian Journey, IMO X2, Indosat Wiigo, serta lainnya.
Kehadiran handphone berbasis Android secara resmi di Indonesia adalah pada bulan Juni 2009 ketika HTC meluncurkan HTC Magic-nya di Indonesia yang dibundling dengan Telkomsel. Handphone tersebut dijual dengan harga yang cukup mahal saat itu, sekitar Rp. 6,5 juta. Beberapa bulan berikutnya tepatnya pada November 2009, IMO (sebuah vendor handphone lokal), merilis handphone lokal pertama yang berbasis Android, IMO S900 dengan harga Rp 2,4 juta yang masih relatif murah dibanding handphone-handphone Android yang tersedia saat itu di Indonesia.

HTC MagicIMO-S900
HTC Magic (kiri) dan IMO S900 (kanan)


Pada tahun 2009 pasar Android di Indonesia bisa dibilang belum jelas, karena Android sendiri masih dalam tahap awal pada tahun tersebut sehingga langkah kedua vendor handphone tersebut cukup berani dengan merilis handphone Android pertama di Indonesia. Pada tahun 2009 juga mungkin baru segelintir orang yang mengenal Android di Indonesia, beda jika dibandingkan dengan saat ini dimana handphone Android sudah semakin umum dan murah.
Pada bulan Februari 2010, Samsung meluncurkan handphone Samsung Galaxy Spica yang berbasis di Android. Dengan harganya yang relatif murah, yaitu sekitar  Rp 3,49 juta. Performa yang ditawarkan oleh Galaxy Spica pun cukup bagus sesuai dengan harganya sehingga menjadikan handphone ini cukup populer di Indonesia.


                                                                      Samsung Galaxy Spica




Puncaknya pada tahun 2010 adalah pada pameran Indonesia Cellular Show 2010 dimana vendor-vendor handphone baik lokal ataupun luar negeri memperkenalkan handphone-handphone Android teranyar dari mereka. Sebut saja Nexian Journey, Acer Liquid E, Samsung Galaxy S, dan lain-lain. Vendor lokal pada waktu itu semakin berani merambah dunia Android dan handphone serta gadget lainnya seperti tablet yang berbasis Android semakin merajalela, dan kebanyakan gadget-gadget tersebut berasal dari Cina .
Yang cukup menarik perhatian dari kesemua handphone Android tersebut adalah Nexian Journey. Nexian awalnya meluncurkan handphone ini dengan harga Rp. 3 juta tanpa bundling dengan operator seluler dan performanya cukup bagus untuk sekelasnya. Lalu kemudian dibundling dengan operator seluler 3 di Indonesia dengan promo Internet gratis satu tahun. Lalu harganya dipangkas menjadi Rp. 2 juta, dan kemudian menjadi Rp. 1 juta untuk batas waktu tertentu. Strategi Nexian ini menurut saya cukup membantu mengembangkan promosi Android di Indonesia karena mereka cukup gencar mempromosikan Nexian Journey. Selain itu ketika Nexian mengadakan promo Nexian Journey seharga Rp. 1 juta, untuk saya sendiri banyak kenalan saya yang tiba-tiba tertarik untuk mencoba handphone berbasis Android.


                                                                                        Nexian-NX-A890-Journey     




Sekarang ini, semakin banyak vendor yang merilis handphone-handphone berbasis Android di Indonesia, mulai dari HTC, Samsung, Sony Erricson, Nexian, dan lain-lain. Dan tiap vendor pun menawarkan keunikan tersendiri, ada yang menargetkan pasar high-end, ada yang low-end, ada yang mid-end, atau malah campuran dari tiap pasar. Saat ini ada 2 vendor yang cukup menarik untuk dilihat perkembangannya di pasar handphone Android di Indonesia, Samsung dan LG. Kedua vendor handphone ini sepertinya semakin fokus untuk masuk ke pasar low-end Android di Indonesia. Lihat saja handphone Android keluaran terbaru mereka, Samsung Galaxy Mini dan LG Optimus Me yang keduanya dibandrol dengan harga sekitar Rp 1,5 jutaan dan keduanya pun dirilis di waktu yang hampir bersamaan di bulan Februari 2011. Performa kedua handphone tersebut pun menurut saya pribadi sangat bagus dibanding dengan harganya.




Samsung Galaxy MiniLG Optimus Me
Samsung Galaxy Mini (kiri) dan LG Optimus Me (kanan)

Melihat cepatnya perkembangan Android di dunia, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat di Indonesia pun akan mengikuti tren Android di dunia. Saat ini pasar handphone Indonesia masih didominasi oleh Nokia dan Symbian-nya. Namun melihat semakin gencarnya vendor-vendor handphone memasarkan handphone Android murah di Indonesia, bisa jadi dalam beberapa tahun kedepan Android akan semakin mendominasi Indonesia.
Tentu saja selain harga handphone yang murah, agar Android semakin dapat memasyarakat di Indonesia dibutuhkan paket data yang lebih baik dan pemasaran yang gencar dan tepat sasaran dari vendor handphone. Mungkin jika vendor handphone lokal juga ikut semakin gencar memasarkan handphone-handphone berbasis Android efeknya akan lebih cepat karena mereka mengerti apa yang dimaui oleh kebanyakan orang Indonesia dan bagaimana strategi pemasaran yang tepat. Contohnya lihat saja Nexian yang setiap promo handphone terbarunya selalu diikuti dengan panjangnya antrian pembeli dan pintar untuk ikut melibatkan figur publik lokal.







ADROID MARKET BERUBAH MEJADI GOOGLE PLAY



Google melakukan pengembangan Android Market, dan mengubahnya menjadi Google Play. Ini merupakan sumber yang lebih komprehensif untuk mendapatkan film, aplikasi, musik, dan ebook dalam satu fitur. 

Menurut Direktur Konten Digital Google, Jamie Rosenboerg, perubahan Android Market menjadi Google Play itu akan mulai berlaku hari ini.

Google Play menandai permulaan radikal dari Android Market, sejak debut Android lebih dari tiga tahun lalu. Dengan layanan ini, Google merancang Google Play untuk meruntuhkan tembok pemisah dari sejumlah layanan penawaran yang dimiliki Google.

"Google Play akan menjadi pengalaman tunggal bagi pengguna," kata Rosenberg. "Ini menciptakan pengalaman yang lebih kuat di Android dan juga meningkatkan kesempatan bagi mitra konten untuk berinteraksi dengan banyak penawaran Google," sambungnya.

Pergeseran branding ini mengejutkan, mengingat sumber daya dan energi yang dihabiskan Google dalam membangun brand Android. Selama ini, Android Market memang melekat menjadi sebuah brand unik di sistem operasi mobile Google, dan butuh waktu untuk rebranding Google Play.

Langkah ini seperti menjawab kritikan yang diajukan kepada layanan terpisah Google. Selama ini, Google terkesan tidak melakukan sinkronisasi layanan sejenis, misalnya antara Google Music dengan video musik di YouTube.

Ketika eksekutif Google setuju dengan konsep Google Music sebagai label pada 2010 dan 2011, mereka juga membicarakan integrasi layanan dengan YouTube. Tapi hingga sekarang layanan itu tidak pernah digabungkan.

Dengan pembentukan Google Play, Rosenberg mengatakan musik tidak akan lagi menjadi layanan mandiri.

Walau terbilang sukses sebagai sebuah platform, Android Market berjuang keras untuk menyaingi pendapatan Apple App Store. Sejak diluncurkan pada Oktober 2008, pendapatan Android Market selalu di belakang Apple App Store.

Bulan lalu, Distimo, sebuah perusahaan yang melacak data pada toko aplikasi, melaporkan bahwa iOS App Store milik Apple menghasilkan pendapatan empat kali lipat dari total pendapatan Android Market.

Akibatnya, pengembang terpaksa untuk mengubah model bisnis mereka dengan mengandalkan iklan mobile, dan bukan pembayaran di depan. Pengembang bahkan ada yang memiliki model bisnis "freemium", yaitu memberikan aplikasi gratis untuk sementara, namun mesti bayar jika ingin meningkatkan level permainan atau menambah senjata di permainan.

Research In Motion, yang memiliki etalase yang jauh lebih kecil dari Android Market, BlackBerry App World, bahkan mengatakan toko aplikasi mereka lebih menguntungkan bagi pengembang, ketimbang membuat aplikasi untuk Android.
Pelanggan Musik

Tidak signifikannya Android Market juga dikabarkan merembet ke Google Music. Seorang sumber dari industri musik mengatakan Google Music belum memenuhi harapan pada pendapatan atau adopsi pelanggan. Google Music sebenarnya dianggap kehilangan pelanggan.

Rosenberg menolak untuk membahas pendapatan, tetapi dia membantah bahwa layanan ini kehilangan pelanggan. Google Music disebut Rosenberg memiliki lebih dari 4 juta pengguna.

Dia menekankan bahwa strategi Google Play, mungkin akan memakan waktu beberapa hari untuk memaparkan di platform Android. Ini juga tidak tidak akan mengubah data pustaka atau playlist.

Meskipun demikian, diubahnya Android Market ke Google Play tidak memperlihatkan gagalnya Android. Bundling semua layanan Android ke dalam satu area dan di bawah satu merek dinilai akan membuat lebih mudah untuk dijual ke pasar. Strategi ini bisa membuat Google Play lebih kompetitif dengan Apple iTunes.


• VIVAnews 

Android Market Dijaga, "Malware" Menyelinap Lewat Facebook




Serangan malware di perangkat mobile berbasis Android selama tahun 2011 meningkat drastis, bahkan hingga 3.325 persen. Menurut perusahaan sekuriti internet Sophos, salah satu media penyebaran yang kini harus diwaspadai adalah melalui aplikasi Facebook.

Malware memilih masuk Android Market lewat Facebook karena Google telah memasang "tembok" bernama "Bouncer" yang bertugas menemukan malware, spyware, dan trojan, serta bisa mengenali perilaku aplikasi yang mencurigakan.

Seorang peneliti keamanan, Vanja Svajcer mencoba menjelaskan cara kerja malware dalam menerobos pemindai keamanan di Google untuk Android Market, terutama dari aplikasi Facebook.

Svajcer menceritakan beberapa hari lalu dirinya menerima permintaan pertemanan di Facebook. Melalui ponsel Android, Svajcer memeriksa profil dari orang yang meminta pertemanan tersebut, untuk memastikan permintaan pertemanan tersebut diterima atau tidak.

Namun, saat memeriksa profil calon pengguna tersebut, ternyata dirinya diarahkan ke halamanweb browser tertentu. Secara tiba-tiba, malware akan terunduh secara otomatis ke dalam ponsel.

Nama malware tersebut adalah "any_name.apk". Yang mengejutkan, pengunduhan malwaretersebut tanpa persetujuan dari pengguna dan langsung ter-install dalam ponsel. Bahkan, pengunduhan malware tersebut akan langsung memotong pulsa pengguna.

Menurut Svajcer, ini adalah trik populer bagi penyebar malware di perangkat mobile. Pasalnya, cara tersebut dianggap cara yang mudah dalam menyebarkan malware, sekaligus menyedot pulsa internet pengguna.
Berikut video yang menunjukkan cara kerja penyebaran malware via Facebook:
Sumber :
ZDNet

PERKEMBANGAN ANDROID VS BLACKBERRY DI INDONESIA





Masih seputar pertarungan antara Android melawan Blackberry di indonesia, Walau masih menjadi primadona di indonesia bukan berarti Blackberry tidak ketar ketir menghadapi gempuran dari Android. Blackberry bak kebakaran jenggot menghadapi banjir ponsel Android dipasar Indonesia. Boleh dibilang meskipun belum mampu menggusur Blackberry sebagai  penguasa pasar smartphone di Indonesia, Android terus merangsek dan merajalela berkat maraknya produsen smartphone besar dunia yang merilis seri-seri baru. Tidak hanyaitu, Blackberry juga sedang bermasalah dengan pemerintah indonesia terkait regulasi yang ditetapkan pemerintah yang harus dipatuhi oleh RIM sebagai produsen Blackberry.


Blackberry dan Android adalah dua platform mobilephone yang bersaing ketat di pasar smartphone, saat ini. i-phone-4s-nya Apple, gimana? Untuk pasar smartphone di Indonesia, iPhone kurang bisa bersaing. Bukan karena kualitas iPhone jelek , justru sebaliknya Sangat bagus , walai akhirnya bisa dikalahkan juga oleh Samsung Galaxy S2. I Phone terlalu mahal sehingga kurang mendapatkan simpati oleh user di indonesia. Bayangkan untuk mendapatkan 1 buah i-phone-4s bisa seharga 1 unit macbook nya APPLE, atau 4 atau 5 Android Galaxy mini. Hal ini lah yang membuat I phone kurang mendapatkan simpati walau Dengan harga segitu kitapun tetap mendapatkan kualitas yang terbaik pula.

Berbeda dengan sepak terjang Produsen smartphone dan tablet  Android menggeber produknya secara agresif berbuah dan perlahan tapi pasti menarik animo masyarakat terhadap smartphone , sebut saja  ada Samsung, LG ,Sonny Erricson . ZTE , Huawei  . bahkan karena android pulalah yang membuat Samsung menjadi produsen smartphone no 1 dunia , yang dulu selama bertahun - tahun di pegang oleh Nokia  yang sekarang bekeja sama dengan Microsoft melahirkan Windowsphone  . Data dari beberapa lembaga survei menunjukkan ponsel Android terus menggoyang dominasi Blackberry dan iPhone di pasar smartphone.

Semua produsen smartphone dunia  ikut andil melempar Android ke pasar Indonesia. Hebatnya, hampir semua segmen menjadi sasaran ponsel Android ini. Di segmen low end umumnya gencar diserbu vendor lokal mulai dari IMO, Tiphone, Nexian dan lain- lain. Sementara vendor papan atas lebih memilih menyisir pasar menengah ke atas. Samsung adalah salah satu vendor penyedia Android yang tergolong paling sukses di Indonesia. Bahkan, berdasarkan data dari Growth from Knowledge (GfK) per Agustus 2011, vendor Korea tersebut berhasil menguasai 84,3 % pasar Android di Indonesia. Tak berlebihan, karena Samsung memang rajin
menelurkan Android yang menyasar semua segmen. Jajaran keluarga Galaxy- nya laris manis bak kacang goreng dan menguasai pasar smartphone. LG dan Sony Ericsson mencatat penjualan cukup baik meskipun tak semanis Samsung.
Besarnya gempuran Android di indonesia , tetap tidak bisa dipungkiri jika Blackberry masih menjadi yang terlaris di pasaran. tentunya teman temnan masih ingat dengan insiden launching Blackberry Belagio di sebuah mall terkemuka di Jakarta. Blackberry dengan harga setengahnya dari harga aslinya. Dan Alhasil karena launching tersebut tidak berjalan dengan baik karena banyaknya animo dan panitia tidak mampu mengatasi sehingga timbul jatuh korban dan memaksa polisi menghentika acara launching tersebut. Berita ini langsung menjadi headline di sejumlah media massa elektronik maupun surat kabar, Lokal maupun internasional.
Sejumlah tindakan telah dilakukan oleh RIM untuk bisa mengembalikan kejayaannya di Pasar Dunia  dan mempertahankan di Indonesia, termasuk dengan merilis OS 7 dan Blackberry 10 yang katanya bisa menjalankan sejumlah aplikasi android. ( ini namanya mendompleng ). sejauh ini belum ada peekembangan yang signifikan dari hasil inovasi Oleh RIM, yang ada adalah di pecatnya 2 CEO pendiri RIm dari kekuasaannya sebagai CEO.


diakui atau tidak Blackberry mulai terpukul mengenai ini. Jika tak terselamatkan oleh gengsi dan keberadaan Blackberry Messenger (BBM) yang sudah membentuk jaringan dan komunitas tersendiri, Blackberry bisa tergusur lebih cepat di Indonesia.Bahkan peluncuran beberapa seri baru Blackberry di negeri ini gaungnya tak sedahsyat dulu. Di forum- forum internet, mulai banyak yang membicarakan fitur Blackberry yang tak
mampu bersaing dengan Android....YA Iyalah.. APP WORLD takan bisa bersaing dengan Android Market.

Berikut 6 Alasan kenapa Android jauh lebih baik dari  Black berry

1. Performance

-BlackBerry: cepat dan stabil. Tapi kadang terjadi phone-hang yang mengharuskan Anda mengeluarkan baterai dari tempatnya dan yang paling menyebalkan adalah proses re-boot: 3-8 menit!aduh tolong deh...sampai kapan menunggu kalau kayak begini, mending ga boros batrenya karena reboot,yang ada jam pasir terus ^_^

- Android: Sangat cepat. Belum ada keluhan tentang phone-hang yang mengharuskan baterai keluar dari tempatnya, kecuali jika ingin ganti SIM card. Proses re-boot berlangsung cepat.Paling lama 35 detik, saat saya tes dengan android zte smartfren wide saya

2. Baterai

- BlackBerry: umur baterai BB memang luar biasa. Ya, wajar saja karena BB tidak banyak melakukan proses berbagai aplikasi seperti pada Android. Tapi akan sangat boros saat proses pencarian dngan ditandai jam pasir..siap siap ridur dulu sampai loading nya selesai.

- Android: tergolong boros, tapi kadang bisa sampai satu hari. Tapi harus diingat bahwa ponsel Android memakai baterai untuk BANYAK hal. Contohnya jika Anda memakai ponsel Android untuk browsing web atau nonton video sampai 1 jam, pastinya itu membutuhkan daya baterai lebih. Dan, bisakah BlackBerry melakukan hal yang sama selama itu?





3. Email

- Blackberry: email pada BB memang menjadi andalan RIM. Gmail pada BB pun telah dioptimalkan fungsinya, tapi tentu saja tidak sebaik pada Android.

- Android: apa yang Anda ragukan dari Gmail buatan Google yang dijalankan pada Android yang juga buatan Google?

4. User Interface (UI)

- Blackberry: membosankan, done.

- Android: Anda bahkan tidak akan merasa lelah untuk menjelajah setiap sudut ponsel Android. Dijamin.

5. Web Browsing

- Blackberry: sangat melelahkan, Anda harus mengakui itu.

- Android: disinilah letak kelebihan Android. Android menjadi pemenang jika dibandingkan dengan semua mobile OS. Jika membandingkan web browsing pada Android dengan BlackBerry, seperti siang dan malam saja. Jauh berbeda.




6. Aplikasi

- Blackberry: BlackBerry memang memiliki segudang aplikasi, tapi di saat yang sama iPhone juga semakin jauh meninggalkan BlackBerry. Jadi lebih baik melihat apa yang bisa dilakukan BlackBerry untuk menyusul ketertingalannya di belakang iPhone OS dan Android.

- Android: Semakin banyak aplikasi yang dulunya hanya ada di iOS, kini sudah ada versi Android-nya. Pesaing sebenarnya dari Android adalah iPhone, bukan BlackBerry.

Keunggulan Blackberry

Segi Aplikasi dan Penggunaan

1. BBM (Blackberry Messenger) merupakan salah satu fitur yang dicari oleh pengguna Blackberry , inilah yang masih menjadi andalan dari produk ini . BBM mampu membuat chatting kita nyaman dengan tidak hanya menyediakan fungsi chatt type, namun juga send type dan rekaman sebesar 10Kb – membantu sekali saat sedang tidak bisa mengetik pesan dan tinggal merekam ucapan sekitar 5 Detik dan mengirimkan kepada lawan chat kita. Ditambah lagi kemampuannya yang mendukung YM , dan GTalk.


2. Push e-mail. Inilah yang paling menjadi keunggulan dari BlackBerry, kita bisa meng-akses e-mail lebih mudah dengan ini. Para profesional masih mengandalkan Blackberry untuk aktivitas ini , fungsi ini menjadi lebih berguna ketika seseorang mempunyai banyak kolega yang mengharuskan tindakan cepat dalam merespon email .

3. Penggunaan Internet yang didukung teknologi Wi-Fi sehingga bila kita tidak ada pulsa , kita bisa memanfaatkan fitur Wi-Fi ini . Ditambah lagi tampilan Facebook dan Twitter Blackberrynya menarik dan loading cepat menjadi andalan tersendiri.

4. Terdapat fitur GPS yang memungkinkan kita men-trackback diri kita bila dalam keadaan tersesat. Ditambah lagi Fungsi geotag pada Blackberry ber-GPS, yang dapat membantu anda meng-upload foto yang yang berisi informasi lokasi foto diambil, bisa dibuat teka-teki, kemana rekan kita berada dengan mengecheck lokasi GPS melalui informasi Geotagnya.

5. Fungsi telepon dan organizer sama baiknya dengan smartphone sekelas nokia or WM6

6. Fungsi Autotext, anda tinggal mendefine keyword lalu mengasosiasikan dengan isi pengganti yang biasanya berisi text/character yang panjang, dan digunakan dengan mengetikan keyword, maka isi pengganti akan menggantikan keyword tersebut. Semisal, anda mendefine autotext home, ketika anda ketik, digantikan dengan alamat lengkap, RT / RW , kode pos dan sesuai keinginan anda.



Jaringan dan Keamanan Data

1. Blackberry menggunakan layanan BIS (jalur khusus untuk pengguna BB) sehingga koneksi jarang terganggu.

2. Dengan mengaktifkan fungsi password, dan jika terjadi kehilangan terhadap blackberry, pencuri yang salah memasukan password akan menghapus seluruh data (wipe) di blackberry anda-sehingga data penting anda tidak gampang diambil.

3. Fitur firewallnya, sangat effective dalam memblokir sms/mms/phone call yang tidak kita inginkan.

4. Fitu Blackberry yang mengadopsi sistem full backup/recover sebagian maupun sepenuhnya mempermudah user dalam membackup data - data penting.

5. Ketika mengganti unit blackberry baru, anda cukup menggunakan fungsi change device dan data-data penting beserta setting dan 3rd party software (jika compatible) tercopy dengan mudah ke device blackberry baru.

Kekurangan Blackberry

1. Untuk mendapatkan layanan Blackberry yang memuaskan seperti di atas, kita harus berlangganan BIS. Untuk setiap operator bisa berbeda. Jadi untuk selain mengeluarkan untuk biaya pulsa, juga mengeluarkan biaya untuk berlangganan BIS.

2. Tidak ada fitur Radio pada Blackberry , bagi anda pendengar Radio sebaiknya anda mengurungkan niat untuk membeli Blackberry karena BB tidak mendukung fitur ini , sehingga anda hanya bisa memainkan aplikasi bawaan maupun yang dijual via Blacberry World Apps. Selain itu banyak aplikasi Blackberry yang sifatnya tidak gratis, alias bayar dulu sebelum diinstal di handset BB.


3. Masalah model. BlackBerry mungkin kurang memperhatikan masalah model, karena hampir semua handphone BlackBerry berbasis QWERTY. Yang menjadi masalah, ketika orang sudah meninggalkan model QWERTY karena sudah tidak jaman, otomatis mereka akan berpindah ke model yang lain yang sedang banyak dipakai, itu berarti pihak BlackBerry harus merombak model Handphone BlackBerry jika model QWERTY sudah jarang digunakan.

4. Harga masih tergolong mahal untuk orang Indonesia. Ditambah lagi apabila terjadi kerusakan, seperti misalnya untuk Blackberry Bold Rollerballnya rusak, biaya servisnya masih mahal. 

 

Keunggulan Android

1. Berbeda halnya dengan BB untuk Android anda tidak perlu bayar untuk download aplikasi. Didukung juga dengan akses Mudah terhadap Ribuan Aplikasi Android lewat Google Android App Market – Kalau Anda penggemar install aplikasi ataupun games, lewat Google Android App Market Anda bisa mendownload berbagai aplikasi dengan gratis. Ada banyak ribuan aplikasi dan games yang siap untuk Anda download di ponsel Android. . Ditambah lagi Aplikasi game 3D nya sangat stabil dan mantap.

2. Ponsel Android mendukung sistem Multitasking , dimana anda bisa menjalankan berbagai aplikasi, itu artinya Anda bisa browsing, Facebookan sambil mendengarkan .

3. Produk Android didukung penuh Google. Jadi kita dapat menikmati semua layanan google seperti gmail, youtube, dan fasilitas google lainnya.

4. Selain itu ponsel Android menggunakan sistem Real Time notification , sehingga setiap ada SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader, akan selalu ada notifikasi di Home Screen Ponsel Android, tak ketinggalan Lampu LED Indikator yang berkedip-kedip, sehingga Anda tidak akan terlewatkan satu SMS, Email ataupun misscall sekalipun.

5. Produk Android merupakan ponsel yang terdiri dari pilihan ponsel yang beranekaragam . Android merupakan sistem yang ditanamkan pada ponsel , berbeda dengan iOs yang hanya terbatas pada iPhone produk Apple . Sedangkana android tersedia di ponsel dari berbagai produsen, mulai dari Sony Ericsson, Motorola, HTC sampai Samsung. Dan setiap pabrikan ponsel pun menghadirkan ponsel Android dengan gaya masing-masing, seperti Motorola dengan Motoblur-nya, Sony Ericsson dengan TimeScape-nya. Jadi Anda bisa leluasa memilih ponsel Android sesuai dengan ‘brand' yang anda sukai.

6. Harga relatif murah.


Kekurangan Android

1. Memerlukan koneksi Internet yang terus menerus , kebanyakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang terus aktif ,tentunya hal ini menyebabkan anda harus selalu dalam jangkauan GPRS dan tentunya bisa dibayangkan berapa pulsa yang anda harus keluarkan .

2. Aplikasi di Ponsel Android memang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis, namun konsekuensinya di setiap Aplikasi tersebut, akan selalu Iklan yang terpampang, entah itu bagian atas atau bawah aplikasi. Sehingga anda harus bersiap - siap iklan tersebut muncul secara tiba - tiba. 


and the winner is





dari berbagai sumber